Beda Pendapat dengan AS, Netanyahu Akan Ambil Alih Keamanan di Gaza Pasca Perang

Berita97 Dilihat

Jumat, 19 Januari 2024 – 17:12 WIB

Tel Aviv – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengabaikan permintaan AS terkait pengambilalihan keamanan di Palestina. Netanyahu menyebut bahwa kontrol keamanan atas Tepi Barat dan Jalur Gaza di masa mendatang setelah perang harus diambil oleh pihaknya.

Baca Juga :

Israel Ledakkan Universitas Terakhir yang Masih Berdiri di Jalur Gaza

“Ini adalah syarat wajib,” kata Netanyahu kepada wartawan dalam jumpa pers pada Kamis, 18 Januari 2024.

VIVA Militer: Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu

Baca Juga :

Masuk Perangkap Hamas, 30 Tentara Israel Tewas di Rumah Kosong yang Dipasangi Bom

“Setiap wilayah yang kita tinggalkan akan menjadi tempat untuk melancarkan terorisme yang mengerikan terhadap kita,” ujar Netanyahu, dikutip dari Gulf News, Jumat, 19 Januari 2024.

Netanyahu mengatakan dia telah menyampaikan sikapnya kepada AS untuk memaksakan opininya tersebut.

Baca Juga :

Lintasi Perairan Berbahaya ke Gaza, Prabowo Yakin KRI dr Radjiman Tak Dirudal Houthi Yaman

“Seorang perdana menteri Israel harus bisa mengatakan tidak, sekalipun kepada teman terdekatnya,” ucap Netanyahu, yang menyinggung AS.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan pejabat AS lainnya mengatakan perdamaian abadi tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya negara bagi Palestina.

“Israel harus berhenti mengambil langkah-langkah yang melemahkan kemampuan warga Palestina untuk mengatur diri mereka sendiri secara efektif,” kata Blinken di Tel Aviv bulan ini.

Sejalan dengan Blinken, ketika ditanya tentang komentar Netanyahu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada cara bagi Israel untuk menyelesaikan tantangan jangka panjangnya tanpa mendirikan negara Palestina.

“Ada peluang bersejarah yang dimiliki Israel untuk menghadapi tantangan yang dihadapinya sejak pendiriannya, dan kami berharap negara ini akan mengambil peluang itu,” tuturnya.

Netanyahu mengatakan Israel akan menerima otoritas sipil Gaza yang tidak melanggar aturan.

“Ini terkait berkhotbah atau mendidik untuk menghancurkan negara Israel dan tidak mengirim teroris ke Israel.”

Menunjukkan bahwa dia tidak akan menerima Otoritas Palestina, dia berkata, “Saya akan senang jika kita dapat menemukan warga Gaza yang mau melakukan hal ini.”

Sebelumnya, Otoritas Palestina telah bekerja sama dengan para pejabat AS untuk mengelola Gaza setelah perang yang sedang berlangsung berakhir, kata Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh.

Halaman Selanjutnya

“Israel harus berhenti mengambil langkah-langkah yang melemahkan kemampuan warga Palestina untuk mengatur diri mereka sendiri secara efektif,” kata Blinken di Tel Aviv bulan ini.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *