Fatwa Haram untuk TikTok

Berita172 Dilihat

Sabtu, 6 Januari 2024 – 13:06 WIB

VIVA Tekno – TikTok kembali dilarang kehadirannya. Jamia Binoria Town, sekolah agama terkemuka di Karachi, ibu kota Provinsi Sindh, Pakistan, mengeluarkan fatwa yang menyatakan penggunaan TikTok ilegal dan haram.

Baca Juga :

China Copot 3 Pimpinan Kedirgantaraan dari Jabatan

Mereka menyebut TikTok sebagai ‘godaan terbesar di era modern’. Fatwa yang disampaikan secara online oleh Jamia Binoria Town, seperti dikutip dari ThePrint, Sabtu, 6 Januari 2024, menegaskan bahwa TikTok menimbulkan bahaya yang semakin besar sebagai fitnah (godaan) di zaman sekarang dan dianggap ilegal dan haram dari sudut pandang syariah.

Baca Juga :

Satria Mahathir ‘Cogil’ Bogem dan Tendang Wajah saat Keroyok Anak Pejabat

Di antara alasan-alasan yang dikutip, penyertaan foto dan video binatang dalam aplikasi tersebut dianggap terlarang dalam syariah, dan pembuatan serta penyebaran video cabul oleh perempuan di platform tersebut menjadi sorotan.

Baca Juga :

Instagram, TikTok, YouTube Raup Cuan Kakap dari Pengguna di Bawah Umur

Lebih lanjut, fatwa tersebut mengecam praktik laki-laki dan perempuan di TikTok yang membuat video yang melibatkan tarian dan nyanyian, yang dianggap sebagai sarana menyebarkan kecabulan dan ketelanjangan.

Fatwa yang dikeluarkan Jamia Banoria Town juga menggarisbawahi bahwa TikTok tidak hanya berisi video yang mengejek ulama dan agama, tetapi merupakan platform di mana segala sesuatu dapat menjadi sasaran ejekan. Oleh karena itu, fatwa tersebut menyatakan penggunaan TikTok tidak diperbolehkan.

Ilustrasi TikTok.

Aplikasi besutan ByeteDance Techonology asal

ini melaporkan melaporkan lebih dari 39 juta unduhan pada 2022 di Pakistan. Menurut data dari Sensor Tower, sebuah perusahaan analitik seluler dan digital, TikTok telah menghadapi seruan pelarangan yang berulang kali di banyak bagian dunia termasuk Pakistan.

Halaman Selanjutnya

Aplikasi besutan ByeteDance Techonology asal China ini melaporkan melaporkan lebih dari 39 juta unduhan pada 2022 di Pakistan. Menurut data dari Sensor Tower, sebuah perusahaan analitik seluler dan digital, TikTok telah menghadapi seruan pelarangan yang berulang kali di banyak bagian dunia termasuk Pakistan.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *