Heboh Kasus Gigi Berlubang Berujung Kematian, Ternyata Ini Penyebabnya Menurut Dokter

Berita92 Dilihat

Senin, 15 Januari 2024 – 18:47 WIB

JAKARTA – Beberapa waktu lalu, viral di media sosial postingan seorang netizen yang menceritakan kondisi temannya yang semula hanya mengalami gigi berlubang, namun berakibat fatal hingga meninggal dunia. 

Baca Juga :

Ahli Bantah Vaksin Polio Sebabkan Kematian Bayi

“Temen gue meninggal krn gigi bolong dibiarin. Beneran? Iya! Baca ceritanya,” tulis akun X @TrinityTraveler, dikutip VIVA. Yuk, scroll untuk informasi selengkapnya.

Diceritakan, temannnya tersebut mengalami gigi berlubang di bagian geraham. Karena takut ke dokter gigi, orang tersebut hanya minum obat pereda nyeri dan obat kumur. Lambat laun, pipinya bengkak hingga ke leher. 

Baca Juga :

Sempat Mendua, Armand Maulana Bersyukur Pernikahannya dengan Dewi Gita Awet Hingga 30 Tahun

Setelah memeriksakan diri, orang tersebut didiagnosa menderita descending necrotizing mediastinitis (DNM). Usai dirawat selama 28 hari di ruang intensive care unit (ICU), orang tersebut meninggal dunia. 

Baca Juga :

Hempas Bau Mulut dengan Obat Kumur, Begini Cara Pakainya Agar Wangi Seharian

Berkaca pada kasus tersebut, CEO Audy Dental Clinic, drg. Yulita Bong, menjelaskan bahwa kasus-kasus tersebut biasanya terjadi pada seseorang yang sudah mengalami infeksi parah. Jika dibiarkan, infeksi tersebut bisa masuk sampai ke dalam akar gigi. 

“Gigi kita kan ada akarnya, jadi dia akan masuk ke akarnya dan buat infeksi di jaringan di bawahnya. Which is, ada rahang di situ. Nah, dari rahang itu, kan rahang itu tulang, jadi ada kondisi-kondisi tertentu misalnya infeksinya lagi parah, reaksi tubuh juga lagi gak bagus, infeksinya itu bisa menyebar,” ujarnya saat Grand Opening The New Audy Dental Clinic dan Aesthetic Plastic Surgery & Aesthetic Center Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini. 

Baca Juga  Didampingi Emil Dardak, Prabowo Serahkan Bantuan Sumur Bor untuk Warga Madura

“Biasanya ada kasus-kasus di rumah sakit kita sebutnya abses, kalau di bawah rahang bisa kena saluran napas. Jadi, kalau sudah kasus begitu itu sudah berbahaya. Jangan sampe infeksinya parah,” sambungnya.

Lead Plastic Surgeon Aesthica Plastic Surgery & Aesthetic Center, dr. Puri Ambar Lestari, Sp.BP-RE, bahkan mengungkap, kasus-kasus serupa ternyata banyak terjadi di rumah sakit. Hal itu disebabkan karena pasien yang bersangkutan malas menjaga kebersihan mulut. 

“Pada pasien-pasien yang malas menjaga kebersihan mulut, misalkan gigi bolong terutama geraham, bisa menjadi abses. Abses itu kan cairan nanah, dia sifatnya cair, dia akan mencari tempat yang lebih rendah, dan secara jaringan anatominya, itu bisa turun ke leher, terus ke dada. Nah yang bahaya itu kalau ke dada sampe menginfeksi ke area sekitarnya. Itu biasanya yang menimbulkan kematian,” ungkapnya. 

Kemungkinan lain menurut dokter Puri, akibat infeksi yang terjadi, pembuluh darah menjadi rapuh kemudian pecah. Nanah tersebut akhirnya masuk ke pembuluh darah dan menyebabkan emboli. Nah, emboli tersebut yang dapat menimbulkan kematian. 

Lalu, bagaimana cara mencegah agar masalah gigi berlubang tidak berujung fatal hingga menyebabkan kematian?

“Jaga kebersihan mulut. Gigi bolong itu harus ditambal. Banyak orang masih tidak menganggap bahwa kesehatan gigi itu penting. Padahal itu penting, karena bisa sampe fatal,” pungkas dr. Puri. 

Di sisi lain, Audy Dental Kemang kini berpindah ke gedung baru di Jl. Bangka Raya No. 88, Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Cabang ini dibekali dengan layanan komprehensif dan fasilitas canggih yang hanya dimiliki oleh segelintir penyedia layanan kesehatan di Jakarta, menjadikannya salah satu dari beberapa tempat eksklusif yang menawarkan teknologi dan layanan sekelas ini.

Baca Juga  Rebecca Klopper video viral telegram link

Sorotan utamanya adalah teknologi radiografis terbaru berupa cone beam computed tomography atau biasa disebut CBCT yang hanya ada layanannya di Audy Dental Kemang. CBCT merupakan sebuah teknologi yang memberikan gambaran tiga dimensi akurat tentang kondisi gigi, rahang, dan struktur anatomis kepala dan wajah.

Halaman Selanjutnya

“Biasanya ada kasus-kasus di rumah sakit kita sebutnya abses, kalau di bawah rahang bisa kena saluran napas. Jadi, kalau sudah kasus begitu itu sudah berbahaya. Jangan sampe infeksinya parah,” sambungnya.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *