Hukum Muslim Ucapkan Selamat Natal, Simak Penjelasannya

Berita311 Dilihat

Senin, 25 Desember 2023 – 11:10 WIB

JAKARTA – Momen perayaan Natal dan Tahun Baru selalu dijadikan momen untuk liburan dan kumpul bersama keluarga. Momen ini juga menjadi momen antar bangsa untuk menjaga toleransi dan saling menghormati keyakinan seseorang untuk merayakan Natal. 

Baca Juga :

Erika Carlina Senang Bisa Buat Acara Kumpul Keluarga Saat Natal

Meski toleransi selalu digaungkan demi menjaga keberagaman, Ustaz Khalid Basalamah di tengah momen perayaan Natal dan Tahun baru mengingatkan agar umat muslim khususnya tidak kebablasan untuk melakukan hal-hal yang dilarang dalam agama Islam.

Lewat akun Instagram @khalidbasalamahofficial, ia memajang gambar topi sinterklas, dengan peringatan, “Jangan Sampai Terjerumus Perayaan Non Muslim,” dibarengi sabda Rasulullah: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut (HR. Abu Daud no.4031).” 

Baca Juga :

Perayaan Natal, Lebih 4 Ribu Aparat Kawal Pengamanan 1.807 Gereja di Jakarta dan Sekitarnya

Tak cuma itu, lewat captionnya dia juga menulis, “Sebagai umat Muslim jangan sampai karena dalih toleransi antar agama, kita sampai kebablasan jatuh kepada hal-hal yang dilarang dalam agama kita. Padahal Allah dan Rasul-Nya telah melarang perbuatan tersebut. Maka kita harus menjauhi segala bentuk perbuatan yang dapat mengantarkan kita kepada perbuatan yang dilarang Allah dan Rasul-Nya.”

Baca Juga :

5 Negara yang Pernah Larang Perayaan Hari Natal, Mayoritas Negara Asia

Ia juga menuliskan bahwa Sahabat Umar bin Al Khattab radhiyallahu ‘anhu sempat mengingatkan kita agar menjauhi perayaan hari raya orang kafir. Jika mendekat saja saat itu dilarang, bagaimana dengan memberi selamat? 

“Tentu juga dilarang (saat itu ucapan selamat harus mendatangi, tidak bisa jarak jauh dengan bantuan alat komunikasi). Beliau berkata, “Jauhilah orang-orang kafir saat hari raya mereka” (HR. Al Baihaqi di bawah judul bab ‘terlarangnya menemui orang kafir dzimmi di gereja mereka dan larangan menyerupai mereka pada hari Nairuz dan perayaan mereka’ dengan sanadnya dari Bukhari, penulis kitab Shahih Bukhari sampai kepada Umar)”

Baca Juga  Dipelihara dengan Baik Sampai Sekarang, Ini Sejarah Bahasa Bali

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam kitabnya, Iqtidha Sirathil-Mustaqim, Mukhalafatu Ash-habil-Jahim, berkata: “Meniru-niru mereka dalam sebagian perayaan mereka menyebabkan seseorang bangga dengan kebathilan yang ada pada mereka … Bisa jadi, hal ini akan lebih memotivasi mereka untuk memanfaatkan momen-momen itu.”

Ibnul Qayyim rahimahullah juga berkata:

“Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (sebagaimana ucapan selamat natal), hukumnya adalah haram berdasarkan kesepakatan/ijma’ para ulama. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka, kemudian mengatakan, ‘Semoga hari raya ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya.” (Ahkam Ahli Dzimmah, 1: 441)

“Allahu Ta’ala a’lam bishawab.”

Halaman Selanjutnya

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam kitabnya, Iqtidha Sirathil-Mustaqim, Mukhalafatu Ash-habil-Jahim, berkata: “Meniru-niru mereka dalam sebagian perayaan mereka menyebabkan seseorang bangga dengan kebathilan yang ada pada mereka … Bisa jadi, hal ini akan lebih memotivasi mereka untuk memanfaatkan momen-momen itu.”



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *