Ini Demam Khas Mycoplasma Pneumoniae pada Anak yang Perlu Diperhatikan Orangtua

Berita325 Dilihat

Rabu, 6 Desember 2023 – 14:59 WIB

JAKARTA – Kasus pneumonia misterius yang disebabkan oleh mycoplasma pneumoniae telah ditemukan di DKI Jakarta. Dalam keterangan Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Ngabila Salama, ada tiga anak yang terkonfirmasi mycoplasma pneumoniae tersebut.

Baca Juga :

Ibu Muda di Makassar Nekat Curi HP di Mal Demi Nafkahi Suami dan Anak

Saat dirawat anak tersebut memiliki gejala ringan dan sudah dinyatakan sembuh.

“Sudah mas (sudah sembuh),” kata Ngabila saat dikonfirmasi VIVA, Selasa malam 5 Desember 2023.

Baca Juga :

Waspada Mycoplasma Pneumoniae, Segera ke Dokter Jika Anak Alami Ini

Tiga pasien anak yang dikonfirmasi mycoplasma di DKI Jakarta tersebut sudah sembuh setelah melakukan isolasi mandiri selama 10 hingga 14 hari.

Baca Juga :

Nikahkan Anaknya dengan Pengangguran, Opie Kumis Dipuji Mertua Idaman

Sementara itu dalam keterangan Ngabila pada Rabu pagi 6 Desember 2023, untuk masa inkubasi atau dari terpapar bakteri sampai muncul gejala pertama kali, berkisar 1 hingga 4 minggu dengan tersering 2 hingga 3 minggu. 

“Dari muncul gejala pertama sampai bisa berpotensi sesak nafas atau perburukan sekitar 3 hingga 7 hari,” kata dia.

Menurut Ngabila, untuk gejala yang perlu diperhatikan orangtua, bisa ringan dan sembuh sendiri kecuali imunitas tubuh sedang rendah. 

“Gejala yang muncul demam cenderung tidak tinggi kecuali mix infection dengan virus dapat dijumpai demam tinggi di atas 40 derajat. (Selain itu ada) batuk, pilek, sakit tenggorokan, mual, muntah, sesak nafas, mudah lelah, dan sakit kepala. Komplikasi yang tidak diharapkan radang pada otak, jantung, sendi, ginjal (menyebabkan gagal ginjal), dan lain-lain,” kata dia. 

Ngabila meminta masyarakat untuk tetap menerapkan hidup sehat dengan tiga cara yakni:  

1. Perilaku hidup bersih dan sehat

Diimbau untuk memakai masker selain yang sedang sakit juga ketika berada di tempat ramai dan akan berada dalam waktu lama seperti di rumah, sekolah, tempat kerja, dan transportasi publik. Lebih rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menjaga ventilasi udara tetap baik, serta hindari asap rokok 

2. Imunisasi rutin lengkap pada anak 

Diungkap Ngabila, ada 15 imunisasi gratis dari pemerintah dari anak sampai dewasa, vaksin dosis 1-4 untuk COVID-19 usia 18 tahun ke atas gratis di puskesmas dan RSUD terdekat, dan anjuran vaksin influenzae berbayar mandiri untuk usia 6 bulan ke atas terutama kelompok rentan yakni balita, lansia, ibu menyusui, ibu hamil, tenaga kesehatan. 

3. Jika sakit gunakan antibiotik secara bijak

Pastikan konsumsi antibiotik atas resep dokter. Karena bakteri ini juga rentan mengenai orang dengan resistensi antibiotik dan menyulitkan penyembuhannya. 

Untuk mencegah keparahan dengan deteksi dini. Jika ada gejala segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk diobati segera, pemeriksaan antigen dan PCR COVID-19 gratis di puskesmas untuk semua yang bergejala. 

Jika ada indikasi pemeriksaan jenis kuman oleh dokter akan dilakukan PCR multiplex untuk mendeteksi beberapa jenis virus dan bakteri termasuk Mycoplasma agar terapi lebih spesifik sesuai jenis kuman penyebab. 

Halaman Selanjutnya

Menurut Ngabila, untuk gejala yang perlu diperhatikan orangtua, bisa ringan dan sembuh sendiri kecuali imunitas tubuh sedang rendah. 

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *