Kalah di Pemilu 2024, Timses Ngamuk Minta Uang ‘Serangan Fajar’ Dikembalikan

Berita81 Dilihat

Jumat, 16 Februari 2024 – 17:14 WIB

VIVA – Dua orang tim sukses (Timses) calon legislatif (Caleg) di wilayah Sumatera Utara ngamuk di rumah warga. Diduga keduanya memaksa warga mengembalikan uang ‘serangan fajar’ yang diberikan agar caleg jagoan mereka menang di Pemilihan Umum (Pemiu) 2024.

Baca Juga :

Ketua Bawaslu: Jangan Ada Suara yang Terbang-terbang dan Melayang

Aksi kedua Timses tersebut viral di media sosial setelah diunggah beberapa akun di media sosial, salah satunya akun X @report.id pada Kamis, 15 Februari 2024.

Baca Juga :

F1 Powerboat 2024 di Danau Toba, Pemprov Sumut Dorong Peningkatan Ekonomi

“Begini, kalau sudah ku kasih uang, ku kasih uang. Ngga nyangka aku gitu kakak, berarti tukang bohong ya kalian,” ucap salah seorang Timses perempuan itu, dilihat Jumat, 16 Februari 2024.

Kedua Timses itu semakin emosi saat mengetahui bahwa pemilik rumah malah mencoblos dua nama caleg, selain nama jagoan mereka.

Baca Juga :

82 Petugas Penyelenggara Pemilu di Sumut Dirujuk ke RS dan Puskesmas, Ada yang Meninggal Dunia

“Kalian pilih (coblos) 2 nama? Ta* lah kalian, masa dicucuk dua-dua, nggak ada kayak gitu kak, sini uangnya,” kata Timses itu.

Tidak lama seorang perempuan dengan baju putih menghampiri dua timses tersebut, dia meminta keduanya agar tidak berteriak di rumahnya. “Ini rumah kami, bibi teriak-teriak,” kata perempuan berbaju putih.

Sambil terus berteriak, kedua Timses itu masih bersikeras meminta uang yang semula mereka berikan untuk dikembalikan.

“Harus pulang uangku, uang haram katanya enak aja, pokoknya pulangkan uangku itu,” kata Times.

Lantaran geram dengan tingkah kedua Timses itu, pemilik rumah akhirnya memberikan sejumlah uang yang diminta.

Baca Juga  Hati-hati dengan Rakyat yang Dimanipulasi

“Uang bisa dibalikkan tapi kata-kata bibi jangan seperti itu,” ucap perekam video.

Hingga Jumat sore, belum diketahui kelanjutan dari video tersebut. Piak-pihak terkait, baik KPU maupun Bawaslu setempat belum menyampaikan keterangan resmi.

Halaman Selanjutnya

Tidak lama seorang perempuan dengan baju putih menghampiri dua timses tersebut, dia meminta keduanya agar tidak berteriak di rumahnya. “Ini rumah kami, bibi teriak-teriak,” kata perempuan berbaju putih.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *