Kasus Tilap Uang Perjalanan Dinas Pegawai KPK Naik Penyidikan

Berita53 Dilihat

Sabtu, 24 Februari 2024 – 06:10 WIB

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menaikkan status penyelidikan ke penyidikan soal kasus penggelappan atau pemotongan uang perjalanan dinas di KPK. Kasus itu diketahui melibatkan pegawai KPK yang kini sudah dipecat bernama Novel Aslen Rumahorbo.

Baca Juga :

KPK Resmi Tahan Kepala BPPD usai Terlibat Korupsi Pemotongan Insentif di Sidoarjo

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan bahwa Novel Aslen itu sudah diurus etiknya oleh Dewas KPK. Kini, Novel Aslen juga sudah dipecat sebagai pegawai KPK.

“Nah, untuk perjalanan dinas ini kan secara Dewas sudah diputus etiknya, inspektorat juga sudah diputus dengan pemberhentian atau pemecatan,” ujar Ali Fikri kepada wartawan di gedung merah putih KPK, Jumat 23 Februari 2024.

Baca Juga :

Saksi Ini 2 Kali Mangkir Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Gubernur Maluku Utara

Gedung KPK (Foto Ilustrasi)

Ali menjelaskan bahwa kini kasus pemotongan perjalanan dinas itu sudah naik ke tahap penyidikan. Hal itu usai dilakukan gelar perkara oleh penyidik KPK.

Baca Juga :

Kasus Caleg Bagi-bagi Uang Untuk Beli Cilok di Depok Dihentikan, Apa Sebabnya?

“Nah sekarang sedang berproses di Kedeputian Penindakan. Informasi terakhir, sudah dilakukan gelar perkara, sudah ekspose, sudah disepakati untuk naik pada proses penyidikan,” kata Ali.

Namun begitu, KPK kini tengah mengurus proses administratif kasus itu usai naik ke penyidikan. Surat Perintah Penyidikan atau Sprindik kasus gtersebut memang masih dalam proses.

“Kalau sudah terbit surat perintah penyidikan, baru kemudian dilakukan pemanggilan saksi-saksi dan kami umumkan secara resmi ketika penyidik menyatakan cukup,” tuturnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memecat salah satu pegawainya yang melakukan penggelapan uang perjalanan dinas. Pemecatan tersebut merupakan tindak lanjut atas aksi penggelapan yang dilakukan.

Baca Juga  MA Didorong Eksekusi Putusan Inkracht Lahan HGU Penara Lubuk Pakam

“KPK melakukan pemberhentian terhadap NAR (Novel Aslen Rumahorbo) atas pelanggaran fraud administrasi perjalanan dinas,” kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa, 19 September 2023.

Ali menjelaskan, NAR terbukti melanggar Pasal 5 huruf a PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS berupa penyalahgunaan wewenang. Maka dari itu, KPK menjatuhkan hukuman disiplin berat terhadap NAR.

“Saudara NAR dijatuhi hukuman disiplin berat yaitu pemberhentian tidak atas permintaan sendiri,” ucapnya.

Ali menjelaskan, pihaknya masih melanjutkan proses penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan NAR. KPK juga terus melakukan upaya pencegahan dan mitigasi agar pelanggaran serupa tidak kembali terjadi.

Halaman Selanjutnya

“Kalau sudah terbit surat perintah penyidikan, baru kemudian dilakukan pemanggilan saksi-saksi dan kami umumkan secara resmi ketika penyidik menyatakan cukup,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *