Mengenal Perbedaan Baterai Mobil Listrik Nikel dan LFP

Berita69 Dilihat

Senin, 22 Januari 2024 – 10:54 WIB

Jakarta, 22 Januari 2024 – Tesla sebagai raksasa mobil listrik dunia, kerap membuat banyak orang bertanya-tanya, jenis baterai apa yang menjadi rahasia kesuksesannya? Apakah ada teknologi baterai tersembunyi yang membawanya terbang tinggi?

Baca Juga :

Ramai Dibahas di Debat Cawapres, Mobil Listrik Tesla Pakai Baterai Nikel atau LFP?

Jika menilik hampir 20 tahun perjalanan Tesla, rahasianya bukan terletak pada satu jenis baterai tertentu, melainkan pendekatannya: pragmatis, fleksibel, dan selalu berevolusi, beradaptasi, serta mencari peluang.

Di awal perjalanannya dengan Tesla Roadster, pilihan baterai lithium-ion belum banyak. Meski demikian, perusahaan asal Amerika Serikat itu memilih jenis itu lantaran dianggap punya potensi besar di masa depan.

Baca Juga :

Disebut Gibran Lakukan Kebohongan Publik Tesla Tak Pakai Nikel, Ini Kata Tom Lembong

Dikutip VIVA Otomotif dari laman InsideEV, semua baterai mobil listrik Tesla berbasis lithium-ion. Tapi, komposisi yang digunakan tidak sama. Ada beberapa jenis kimiawi katoda utama, yang terus dikembangkan selama bertahun-tahun.

Baterai mobil listrik Tesla Model S

Baca Juga :

Berkali-kali Disebut Gibran di Debat Cawapres, Tom Lembong: Mungkin Rindu

Tiga tipe katoda utama dalam mobil listrik Tesla:

1. nikel-kobalt-alumunium (NCA)
2. nikel-kobalt-mangan (NCM)
3. Lithium iron phosphate atau lithium ferro phosphate (LFP)

Dua yang pertama -memiliki kepadatan energi tinggi, cocok untuk versi jarak jauh mobil Tesla. Kedua tipe ini digunakan dalam sel silinder (NCA dalam 1865 dan 2170 dari Panasonic, NCM dalam 2170 dari LGES).

LFP memiliki kepadatan energi yang lebih rendah, tapi bebas nikel dan kobalt sehingga lebih murah. Ini cocok untuk model entry-level dan sistem penyimpanan energi. Tesla menggunakan sel LFP prismatic dari CATL.

Baca Juga  Profil El Rumi, Anak Ahmad Dhani yang Jadi Presiden Klub Nusantara United FC

Dalam laporan perusahaan yang disampaikan pada 2021, Tesla menyatakan bahwa mereka akan terus memajukan strategi katoda yang beragam untuk LFP, katoda kaya nikel dan kaya mangan untuk memenuhi berbagai segmen pasar mobil dan produk penyimpanan energi, serta memberikan fleksibilitas masa depan berdasarkan ketersediaan dan harga bahan baku.

Tesla berusaha meningkatkan kandungan nikel dan mengurangi kandungan kobalt dalam baterai NCA dan NCM, untuk menurunkan biaya dan meningkatkan kepadatan energi (dan jangkauan). Namun, menghilangkan kobalt tidak mudah karena perannya dalam keamanan dan umur baterai.

Ilustrasi baterai mobil listrik.

Ilustrasi baterai mobil listrik.

Perusahaan juga mencatat bahwa dalam beberapa tahun mendatang, permintaan kobalt mereka secara keseluruhan akan meningkat, karena pertumbuhan produksi baterai dan kendaraan diperkirakan akan melampaui laju pengurangan kobalt per sel secara keseluruhan.

Seperti yang kita lihat, topik baterai menjadi cukup kompleks. Tesla tampaknya terus maju dengan jenis baterai baru, namun tidak meninggalkan yang lama karena keterbatasan kapasitas produksi baterai dan biaya tambahan untuk mendesain ulang produk sel baru.

Halaman Selanjutnya

Dua yang pertama -memiliki kepadatan energi tinggi, cocok untuk versi jarak jauh mobil Tesla. Kedua tipe ini digunakan dalam sel silinder (NCA dalam 1865 dan 2170 dari Panasonic, NCM dalam 2170 dari LGES).

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *