PT KCI Pilih Impor KRL dari China Dibanding Jepang, Ini Alasannya

Berita93 Dilihat

Selasa, 6 Februari 2024 – 18:41 WIB

Jakarta – PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) buka suara soal kebijakan pengadaan 3 rangkaian KRL baru yang diimpor dari China. Padahal, tahun 2023 lalu pihak KCI sendiri telah mengumumkan bahwa impor KRL akan dilakukan dari Jepang.

Baca Juga :

Mentan Amran: Sudah Ada Hilal RI Stop Impor Jagung

Vice President Corporate Secretary KCI, Anne Purba menjelaskan alasan kenapa pihaknya memilih untuk mengimpor KRL baru dari China, yakni karena harga yang lebih kompetitif. Terlebih, ia mengatakan bahwa perusahaan asal China yang menjadi pemasoknya yakni CRRC Sifang Co., Ltd. mampu memenuhi spesifikasi teknis yang dibutuhkan oleh pihak KCI.

“Dia produksi benar-benar sesuai kebutuhan kita. Karena ada spesifikasi teknis yang memang sangat mendekati dari CRRC ini,” kata Anne dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa, 6 Februari 2024.

Baca Juga :

3 Kisah Menakjubkan di Balik Perayaan Tahun Baru Imlek: Mengungkap Misteri Monster Nian

Selain dari China, Anne menyebut bahwa sebenarnya ada juga tawaran dari Korea Selatan. Sayangnya, Korsel masih menggunakan alumunium dalam produknya, sementara KCI sudah menggunakan stainless steel.

Baca Juga :

Warganya Dijatuhi Hukuman Mati, PM Australia Murka Pada Cina

“Dari harga juga sangat kompetitif antara 3 negara ini. Karena range-nya memang seperti itu biayanya. Tapi kan ada pengiriman, ada regulasi dalam negeri, dan yang lainnya. Sehingga pada saat menerima proposal itu, memang CRRC yang kompetitif,” ujar Anne.

Dia menambahkan, saat ini CRRC juga sedang bekerja sama dengan 28 negara dari Eropa hingga Asia, dalam pengadaan sarana kereta baik itu untuk jenis commuter maupun kereta cepat. Selain itu, lanjut Anne, pertimbangan lainnya yakni karena pihak CRRC juga mau menyesuaikan prasarananya sesuai kebutuhan sektor perkeretaapian di Indonesia.

Baca Juga  Kampanye ke Kalbar, Prabowo Disambut Meriah Pasukan Merah Masyarakat Dayak

“AC itu untuk kapasitas teknik di Indonesia, Singapura, Malaysia, China, Jepang, itu berbeda-beda. Ini yang mereka sesuaikan kondisinya dengan Indonesia. Lalu ada beberapa hal termasuk luasan ruang bebas, kemudian penggunaan prasarana dan yang lainnya, itu mereka assessment semuanya,” ujarnya.

Diketahui, total investasi pengadaan 3 rangkaian KRL baru yang diimpor dari CRRC Sifang, China, mencapai sekitar Rp 783 miliar. Padahal, tahun lalu sempat digadang-gadang impor 3 KRL baru dari Jepang, dengan biaya Rp 676 miliar.

Namun, akibat adanya perubahan harga pada proposal milik produsen KRL Jepang, J-TREC, pada Oktober 2023, maka KCI menilai perlu membandingkan opsi dari negara lain termasuk Korea Selatan dan China. Karenanya, penandatanganan kontrak pengadaan sarana KRL sendiri telah dilaksanakan pada Rabu, 31 Januari 2024, di Beijing, China. Dimana, akhirnya KCI memutuskan untuk membeli tiga rangkaian KRL baru dengan tipe KCI-SFC120-V dari CRRC Sifang Co., Ltd.

Halaman Selanjutnya

“AC itu untuk kapasitas teknik di Indonesia, Singapura, Malaysia, China, Jepang, itu berbeda-beda. Ini yang mereka sesuaikan kondisinya dengan Indonesia. Lalu ada beberapa hal termasuk luasan ruang bebas, kemudian penggunaan prasarana dan yang lainnya, itu mereka assessment semuanya,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *