Wabah Penyakit dan Keracunan Makanan Menyebar di Kalangan Tentara Israel

Berita336 Dilihat

Kamis, 7 Desember 2023 – 15:22 WIB

Tel Aviv – Wabah penyakit pencernaan dan keracunan makanan telah terjadi di kalangan tentara Israel di selatan wilayah pendudukan. Terutama, mereka yang ditempatkan di Jalur Gaza.

Baca Juga :

800 Ribu Warga Palestina di Gaza Utara Tak Miliki Akses Kesehatan

Menurut dokter, penyimpanan, transportasi, dan persiapan yang buruk telah menyebabkan peningkatan penyakit pencernaan, diare parah, dan suhu tinggi di kalangan tentara.

“Diare telah menyebar di kalangan tentara di selatan (Israel), di berbagai wilayah konsentrasi, dan kemudian menyebar di antara tentara yang berperang di Gaza,” kata Kepala Unit Penyakit Menular di Rumah Sakit Universitas Assuta Ashdod, Dr Tal. Bros.

Baca Juga :

Israel Nekat Bangun 1.700 Rumah Bagi Warga Yahudi di Yerusalem Timur

Ilustrasi penyakit/bakteri/virus.

“Kami mendiagnosis infeksi bakteri Shigella yang menyebabkan disentri, penyakit sangat berbahaya yang menyebar di kalangan pejuang di Gaza,” tambahnya, dikutip dari Middel East Monitor, Kamis, 7 Desember 2023.

Baca Juga :

Netanyahu Tegaskan Presiden Palestina Mahmoud Abbas Tak Akan Memerintah Gaza

Broch menambahkan, merebaknya penyakit ini berdampak pada kondisi prajurit dan pelaksanaan operasi tempur.

“Jika infeksi menyebar di antara 10 tentara di kompi infanteri, mereka akan mengalami demam setelah suhu tubuh mencapai 40 derajat Celcius, dan mulai mengalami diare setiap 20 menit, maka mereka tidak lagi sehat untuk berperang dan mereka membuat diri mereka terkena risiko kematian.”

Sebagai informasi, pertempuran antara Israel dan Hamas berlanjut pada Jumat, 1 Desember 2023, setelah jeda tujuh hari untuk pertukaran sandera, dan tahanan, serta pengiriman bantuan kemanusiaan.

Israel juga telah membalas serangan militan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa lebih dari 16.200 warga Palestina tewas, 70 persen di antaranya perempuan dan anak-anak, yang tewas dalam pemboman Israel selama delapan minggu peperangan.

Halaman Selanjutnya

Sebagai informasi, pertempuran antara Israel dan Hamas berlanjut pada Jumat, 1 Desember 2023, setelah jeda tujuh hari untuk pertukaran sandera, dan tahanan, serta pengiriman bantuan kemanusiaan.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *